Memakai jilbab, bule Belanda dituduh ayah teroris dan terbelakang

1 Juli 2015 16:19 © 2015 merdeka.com

Keluarga Siti Malikah Feer (29) yang berlatar belakang keluarga ateis tidak mudah menerima jika putri tunggal mereka memeluk Islam.

Berbagai hujatan dan tekanan digencarkan kepada Malikah, meski Malikah adalah bagian dari keluarga Feer. Oleh karena itu bagi Malikah jangankan untuk dakwah, untuk diterima di keluarga itu saja sulit.

"Karena lebih baik jika mereka tanya sendiri, mungkin ketika menjelaskan sesuatu tanpa mereka tanya, mereka tidak bisa menerima,"kisah Malika kepada merdeka.com di Universitas Indonesia, Kamis (11/6).

Tuduhan yang kerap dilayangkan kepada mualaf Belanda ini pasca memeluk Islam dan memakai jilbab adalah teroris dan terbelakang.

"Di sana (Belanda) sangat negatif ayah saya berkata dia takut saya jadi teroris saya menjelaskan kalau kamu membunuh satu orang maka kamu seperti membunuh semua manusia" ucap mahasiswa BIPA UI ini.

Guru bahasa Arab dan Ushuluddin ini melanjutkan orang Belanda, termasuk ayahnya juga berpikiran orang Islam itu bodoh.

"Ketika bertemu teman saya yang baik dan beredukasi, dokter mereka katakan jadi oh orang muslim juga ada, karena banyak orang Turki yang tidak ber-studi setelah sma atau smp dan mereka bekerja. Ketika itu orang muslim disebut bodoh, you are stupid,"kata wanita bermata jeli ini.

Setali tiga uang, penolakan juga diterima adik kembar Malika. Dua adiknya sempat nyinyir pada dirinya. "Adik kedua lebih pikir black and white. Dia pikir kenapa menjadi orang Turki. Saya bilang enggak saya bukan Turki saya hanya masuk Islam. Bagi dia orang Turki itu muslim, sebut dia.

Meski diperlakukan demikian, di akhir pembicaraan, Malika terus berdoa dan berharap agar keluarga yang dia sayangi segera diberi hidayah oleh Allah SWT.

"Saya berharap saya bisa bersama keluarga saya di sini dan di akhirat," ucapnya bersungguh-sungguh.

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU