Bersih dari dosa, Rasulullah SAW tetap Istigfar kepada Allah SWT

15 Juni 2017 14:00 © 2017 merdeka.com

Manusia makhluk yang tidak lepas dari khilaf dan perbuatan dosa. Karena dalam diri manusia diselimuti oleh hawa nafsu yang sulit terbendung.

Oleh sebab itu hawa nafsu dianggap musuh terbesar bagi manusia. Akan tetapi sebanyak-banyaknya melakukan khilaf dan dosa, manusia tetap memohon ampun atas segala dosa yang diperbuat. Memohon ampun itu dengan beristigfar.

Dikutip dari buku The Power Of Istighfar tulisan Hasan bin Ahmad Hasan Hamam menerangkan, istigfar merupakan salah satu jalan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Istigfar memiliki kedudukan yang tinggi dalam diri seorang hamba, bahkan Allah memadukannya dengan iman.

"Dan tidak ada sesuatu pun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata." (QS Al Kahfi [18]:55).

Istigfar diartikan sebagai memohon ampunan dan perlindungan dari perbuatan dosa di masa lampau. Sebagai hamba yang tidak sempurna baiknya memperbanyak mengucapkan istigfar, khususnya setelah salat. Hal itu supaya sedikit demi sedikit Allah dapat menghapus dan mengampuni dosa yang telah dilakukan.

Rasulullah yang surganya sudah dijamin oleh Allah SWT, tetap meminta ampun kepada Sang Khalik. Istigfar tersebut ditujukan untuk dirinya dan orangtuanya.

"Aku memohon izin kepada Tuhanku untuk mengistigfarkan (memintakan ampun kepada Allah) buat ibuku, dan aku memohon izin untuk menziarahi (kuburan)nya, maka Dia memberikan izin kepadaku."

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU