Surat ini buat hati Ummar bin Khattab terguncang dan masuk Islam

16 Juni 2016 06:18 © 2016 merdeka.com

Umar bin Khattab merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Namun, sebelum memeluk Islam Ia dikenal sebagai sosok yang gemar meminum anggur. Dirinya juga antipati dengan ajaran yang dibawa Rasulullah ketika itu.

Suatu ketika, Umar berniat untuk membunuh Nabi Muhammad SAW lantaran kebenciannya yang begitu memuncak. Dirinya sudah membawa sebuah pedang yang hendak dihunuskan ke tubuh Rasulullah.

Akan tetapi, di tengah jalan dirinya bertemu dengan salah satu pengikut Nabi Muhammad SAW Nu'aim bin Abdullah yang ketika itu memberi kabar kalau saudari perempuan Umar telah memeluk agama Islam.

Mendengar berita itu, sontak Umar terkejut dan langsung pulang mengecek kebenaran kabar tersebut. Ia semakin kaget ketika tiba di rumah mendengar saudarinya tengah membaca Surah Thoha ayat 1-8.

Umar marah dan memukul saudari perempuannya hingga mengeluarkan darah. Melihat kondisi itu, Ia pun iba dan timbul penasaran untuk mengetahui surat apa yang dibaca saudarinya tersebut.

Niatan Umar tak langsung disetujuinya, Ia pun diminta untuk bersuci dahulu sebelum membaca dan mengetahui kandungan Surat Thaha yang tengah dibaca saudarinya itu.

Ia pun membaca hingga ayat ke 14 yang pada artinya: "Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku."

Dirinya langsung terguncang mengetahui isi dari kandungan surat tersebut. Lantas, tak berselang lama usai kejadian itu Ia memutuskan untuk memeluk agama Islam.

"Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad," kata Umar diriwayatkan.

Keputusan Umar pun membuat dirinya sempat dikucilkan, mengingat, dahulu dia merupakan orang yang antipati terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW. Umar pun ikut bersama Rasulullah hingga beliau wafat, bahkan dirinya syok atas kepergian Nabi Muhammad SAW.

"Sesungguhnya beberapa orang munafik menganggap bahwa Nabi Muhammad SAW telah wafat. Sesungguhnya dia tidak wafat, tetapi pergi ke hadapan Tuhannya, seperti dilakukan Musa bin Imran yang pergi dari kaumnya. Demi Allah dia benar-benar akan kembali. Barang siapa yang beranggapan bahwa dia wafat, kaki dan tangannya akan ku potong," ucap Umar.

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU