Mimpi rembulan terangi kegelapan, paman Rasulullah jadi mualaf

10 Juni 2017 14:00 © 2017 merdeka.com

Sa'ad bin Abi Waqash ialah paman Aminah binti Wahab, ibunda Rasulullah SAW. Sa'ad merupakan seorang yang terpandang di masa jahiliah, baik dari kedudukan, harta maupun keturunannya.

Suatu malam, Sa'ad bermimpi berjalan di malam yang gelap gulita. Saking gelapnya, hingga jalan di depannya tidak terlihat. Tapi tiba-tiba, rembulan bersinar terang di langit sehingga Sa'ad bisa melihat jalan yang ditelusurinya. Dia melihat Abu Bakar bersama Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Haritsah berada di seputar rembulan. Dalam mimpi itu, mereka tengah memandang ke arah Sa'ad dan memanggilnya untuk mendekati mereka.

Seketika Sa'ad terbangun dari mimpinya itu. Dia heran dengan mimpinya. Sa'ad tidak melanjutkan tidurnya dan terus berpikir. Namun, semakin dipikirkan, dia semakin penasaran. Sa'ad mencoba menafsirkan mimpi itu, tetap saja tak ada jawaban yang dapat dipikirkannya. Tiba-tiba terdengar suara ketikan di pintu rumahnya.

Ketika Sa'ad membuka pintu ternyata yang datang adalah Abu Bakar. Raut wajah sahabatnya itu menampakkan kegembiraan. "Wahyu dari langit telah turun kepada Muhammad bin Abdullah!" kata Abu Bakar memulai cerita.

Dia pun menjelaskan bahwa Muhammad telah diangkat menjadi utusan Allah. Muhammad diperintahkan Allah SWT menyeru umat manusia untuk menyembah dan mengesakan Allah SWT, tidak menyekutukanNya dengan sesembahan lain seperti berhala.

"Apakah menyembah Latta dan Uzza itu termasuk kafir?" tanya Sa'ad geram. Dikutip dari buku Kisah Seru 60 Sahabat Rasul karangan Ummu Akbar. Latta dan Uzza adalah nama berhala yang disembah kaum Quraish dan disembah Sa'ad juga.

Abu Bakar menjelaskan kepada Sa'ad bahwa Rasullah mengajak untuk tidak menyembah berhala yang tidak mampu berbuat apa-apa. Rasulullah mengajak mengesakan Sang Pencipta langit dan semesta. Semua sama dihadapan Allah, yang beda hanya ketaqwaannya. Oleh karena itu, siapapun yang menghendaki masuk surga dan terhindar neraka bersaksilah bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusanNya.

Sa'ad pun segera menemui Rasulullah dan mengucapkan dua kalimat syahadat dan menyatakan keislamannya di depan Rasulullah SAW.

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU