Ini budak yang beruntung bisa memandikan jenazah Rasulullah

15 Juni 2017 16:00 © 2017 merdeka.com

Saat Nabi Muhammad SAW berusia 63 tahun, tepatnya di tanggal 12 Rabiul Awal, Allah SWT memanggil kekasihnya itu untuk meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Saat Rasulullah wafat, umat Islam di seluruh penjuru dunia diliputi kesedihan.

Ada yang ikhlas, ada juga yang tak menerima kenyataan tersebut, seperti Umar bin Khattab. "Siapa yang bilang Rasulullah sudah wafat, akan aku tebas batang lehernya!" ancam Umar. Namun akhirnya Umar bisa menerima keputusan Allah SWT tersebut.

Tak sedikit sahabat dan umat Rasulullah yang bersedia untuk memandikan manusia paling agung di dunia tersebut. Salah satu yang beruntung adalah Syuqran, seorang budak pada zaman itu.

Dikutip dari buku Bilik-bilik Cinta Muhammad, karya Nizar Abazhah mengungkapkan, tak sedikit sahabat yang dicegah mendatangi prosesi pemandian tersebut. Namun, Syuqran berhasil menjadi bagian dari prosesi tersebut.

Hal ini tentu menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi Syuqran. Selain memandikan, Syuqran juga ikut turun ke liang lahat Kekasih Allah tersebut saat prosesi penguburan.

Dia bentangkan pada jenazah Beliau beludru yang biasa dipakai untuk sajadah salat sambil berkata, "Demi Allah, takkan ada lagi yang memakai (beludru) ini peninggalanmu Rasulullah."

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU