Baru jadi mualaf bule Inggris ini sulit memahami amalan Qurban

16 Juni 2016 18:21 © 2016 merdeka.com

Banyak pelajaran yang didapatkan Samuel Howat, warga negara Inggris setelah menjadi seorang mualaf. Akan tetapi masih ada hal dipelajari dari Islam yang hingga kini sulit untuk melakukannya.

"Qurban, ketika ternak disembelih untuk amal. Saya tidak bisa membunuh binatang seperti itu, dan saya tidak suka bahwa itu disebut 'korban' ketika hewan tidak memiliki pilihan," kata Sam, panggilan Samuel kepada merdeka.com.

Menurut Sam, ada banyak perbedaan mencolok sebelum dan sesudah masuk Islam. Setelah menjadi mualaf dia lebih sulit menemukan restoran halal. Sebab, Sam tinggal di negara mayoritas penduduk beragama non muslim.

"Aku tidak mendapatkan banyak tidur (setelah mualaf), dan lebih sulit untuk menemukan restoran untuk makan," ujarnya.

Kendati demikian, Sam mengaku nyaman menjadi mualaf. Tidak ada perubahan nama setelah dia memeluk agama Islam.

"Tapi alasan saya merasa nyaman dengan masuk Islam adalah karena saya sudah berbagi banyak keyakinan, sehingga tidak akan ada perubahan gaya hidup besar dan saya tidak akan harus mengubah siapa saya," ucap Sam.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU