Kisah Dimarsasih berhijab usai dapat 'nasihat' berharga dari kakak

20 Juni 2017 10:00 © 2017 merdeka.com

Semua yang bernyawa pasti akan mati dan kematian adalah nasihat terbaik bagi yang masih hidup. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Anbiya ayat 35 yang berbunyi, "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan."

Hal itu yang melatarbelakangi wanita cantik bernama Dimarsasih ini menutup dirinya dengan hijab. Menurut Dimar, panggilan akrabnya, umur merupakan rahasia Allah SWT. Setiap detik atau napas, manusia tak pernah tahu umurnya, panjang atau selesai di dunia.

Seperti yang terjadi pada kakak kandungnya yang terlebih dahulu dipanggil Allah SWT tahun 2013 lalu. Dimar terpukul, karena dirinya dan kakaknya tersebut sangat dekat. Namun jiwanya terasa disentuh saat ustaz yang memimpin acara tahlilan kakaknya itu memberikan tausiah.

Dimarsasih ©2017 merdeka.com/istimewa


Mulai saat itu, Dimar mulai menutup kepalanya dengan kerudung. Tetapi hijab tersebut hanya dipakai pada saat-saat tertentu saja, seperti acara keluarga. Kalau sedang ke kantor atau bertemu klien, dia tetap mengurai rambut panjangnya.

"Sebenarnya sejak nikah 2010 lalu, suami sarankan saya untuk berhijab. Sebenarnya niat ada tetapi masih belum siap apalagi masih kerja juga. Nah, pas kakak kandung saya sakit dan meninggal di tahun 2013. Saya ngerasa, kenapa harus nunda-nunda, belum tentu umur saya bisa sampai nanti. Saya berkaca pada kakak saya ini. Akhirnya saya putuskan, Bismillah, saya mulai hijab sepenuhnya," ujar Dimar saat berbincang dengan merdeka.com di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (16/6).

Tahun 2014, Dimar memutuskan resign dari perusahaan tempatnya bekerja. Awalnya, Dimar mengaku sempat takut, ribet dan kelihatan cupu setelah berhijab. Ternyata hal itu tak terbukti, lulusan SMA 17 Agustus 1945 ini malah makin percaya diri setelah berhijab.

"Saya tuh awalnya mikirnya, sebelum benar-benar berhijab, saya niatnya mau 'hijab'kan hati dulu baru hijabkan aurat. Ternyata enggak gitu, berhijab dulu, otomatis akan mencegah kita melakukan yang dilarang agama Islam. Mau melakukan yang dilarang juga pasti sudah malu duluan. Kalau ada yang berpikir, hijabkan hati dulu baru berhijab aurat, menurut saya kurang pas," ungkap dia.

Dimarsasih ©2017 merdeka.com/istimewa

"Dulu sebelum berhijab, pusing dikit batalin puasanya. Orang lain yang melihat kan pasti maklum, cewek kan ada waktu halangan untuk berpuasa. Tapi kalau sekarang, sayanya malu sama Allah SWT, masa cuma dikasih pusing dikit langsung batalin puasa," tambah Dimar.

Dia menuturkan, ada beberapa temen yang bertanya perasaannya setelah berhijab. Sebab menurut mereka, lanjut Dimar, berhijab itu ribet.

"Kita kan mikirnya hijab itu ribet, ternyata enggak kok. Apalagi sekarang banyak hijab langsung pakai, enggak ketinggalan mode juga. Alhamdulillah, ada temen saya setelah kita sharing, dikasih kemudahan dan akhirnya dia juga berhijab," tutup dia.

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU