Dua orang ini tertembak 9 kali dan masih hidup hingga kini

11 April 2015 08:52 © 2015 merdeka.com

Pecinta film-film laga tampaknya tak asing dengan adegan di mana sang aktor masih hidup setelah tubuhnya ditembus timah panas berulang kali. Aksi tersebut menggambarkan kegigihan sang aktor untuk berjuang pertahankan hidupnya.

Bagaimana dengan di dunia nyata?

Ternyata, ada sosok yang hingga kini masih hidup meski tubuhnya pernah ditembus peluru sebanyak sembilan kali. Hasil penelusuran merdeka.com, ada dua orang yang berhasil selamat dari kejadian tragis tersebut.

Siapa tak kenal 50 Cent? Penyanyi rap ini memiliki latar belakang kehidupan yang kelam. Saat berusia 12 tahun, artis yang memiliki nama asli Curtis James Jackson III ini menjalani hidup sebagai penjual narkoba. Dirinya pun harus menjalani dua kali kehidupan di penjara akibat ulahnya tersebut.

Nama '50 Cent' pun diadopsi dari Kelvin Darnell Martin, seorang perampok di New York yang meninggal setelah ditembak pada tahun 1987. Dirinya menilai sosok '50 Cent' setipe dengannya.

50 Cent memulai karirnya sebagai penyanyi rap sekitar tahun 1996 di ruang bawah tanah milik temannya. Popularitas 50 Cent dimulai setelah ia menulis single 'How to Rob' pada tahun 1999. Lagu yang dibuatnya hanya dalam waktu 30 menit tersebut menceritakan tentang seseorang yang ingin merampok artis.

Namun saat 50 Cent hendak merilis secara resmi album tersebut pada tahun 2000, dirinya harus mengalami kejadian tragis. Di halaman depan rumah neneknya, di South Jamaica, Queens, New York, 50 Cent ditembak sebanyak sembilan kali. Peluru mengenai tangan, lengan, pinggul, kedua kaki, dada dan pipi kirinya.

Akibat tembakan tersebut, 50 Cent harus rela kehilangan gigi graham bungsu dan memiliki bekas luka di wajah. Selain itu, serpihan peluru menyebabkan bicaranya menjadi kurang jelas. Dokternya memutuskan untuk tidak mengambil serpihan tersebut lantaran berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

50 Cent harus menghabiskan 13 hari di rumah sakit agar pulih dari luka tembakan tersebut. Dalam biografinya, 'From Pieces to Weight: Once upon a Time in Southside Queens' 50 Cent menulis, "Setelah saya tertembak sembilan kali dari jarak dekat dan tidak mati, saya mulai berpikir bahwa saya harus memiliki tujuan hidup."

50 Cent pun kembali bangkit dan menjalani hidupnya sebagai musisi papan atas Amerika Serikat.

Selain 50 Cent, Maurice Gigetts juga berhasil selamat setelah tubuhnya ditembus timah panas sebanyak sembilan kali. Maurice menjadi sasaran penembakan dalam rentetan aksi perampokan di Chester, Pennsylvania, Amerika Serikat tahun 2008.

Maurice sendiri memiliki latar belakang kehidupan yang kelam. Tinggal di kota dengan tingkat kejahatan tinggi membuat Maurice terlibat dalam berbagai aksi kejahatan sejak usia belia.

"Saya mulai terlibat aksi kejahatan saat saya masih muda. Curi mobil, jual narkoba dan saat saya berusia 16 tahun saya ditangkap karena merampok. 2 tahun saya dipenjara," kata Maurice kepada merdeka.com, Rabu (8/4).

Saat di penjara, Maurice mendapati dirinya satu sel dengan seseorang yang mengenalkannya kepada Islam. Maurice pun merasa dirinya mulai menemukan hal yang membuatnya lebih tenang. Akhirnya dia memutuskan untuk masuk Islam pada tahun 1995.

2 Tahun di penjara, Maurice pun akhirnya menghirup udara segar. Meski demikian, kuatnya pengaruh lingkungan membuatnya kembali menjalani kehidupan jalanan. Maurice tetap menjalani aktivitas kejahatan dan menjual narkoba.

Sebagai orang yang pernah masuk dalam daftar kejahatan di Kepolisian, Maurice tentu terus dipantau aparat setempat. Dirinya pun kembali ditangkap polisi saat beraksi menjual narkoba.

"Saya mengenal Islam tapi saya tetap ke jalanan, jual narkoba dan tertangkap lagi, kali ini karena jual narkoba. 3 Tahun saya dipenjara," tutur Maurice.

Dua kali menjalani hidup di dalam penjara membuat Maurice introspeksi diri. Maurice bertekad untuk berubah, menjauhi segala tindakan yang akan membuat hidupnya lebih hancur lagi. Namun di saat sedang berusaha memperbaiki diri, Maurice harus kembali merasakan pahitnya hidup di lingkungan penuh kejahatan. Maurice yang semula pelaku kejahatan, berubah menjadi mangsa kejahatan.

"Saat saya sedang berusaha untuk kembali ke jalan yang benar tiba-tiba saya dirampok. Saya ditembak sembilan kali, tiga di kepala. Saya ditemukan tergeletak di gang pukul 3 pagi," ungkap Maurice.

Maurice pun dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sembilan Peluru di tubuhnya menyebabkan Maurice harus koma selama lebih dari 2 bulan. Tidak hanya itu, Maurice harus merelakan mata kirinya buta dan tubuh sebelah kirinya lumpuh.

"2,5 Bulan saya koma di rumah sakit. Saya selamat dari koma, tapi saya kehilangan sebelah mata saya saat ditembak, mata kiri. Sebelah kaki saya lumpuh, saya belajar untuk bisa berjalan kembali, belajar untuk makan. Akibat tembakan itu saya bermasalah dengan kognitif, memori dan keseimbangan," tutur Maurice.

Kepercayaan dirinya pun hancur. Namun alih-alih meninggalkan Islam, Maurice justru merasa semakin ingin mengenal Islam, mengenal Allah SWT. Tekadnya untuk berubah ke arah yang lebih baik justru semakin kuat.

"Saat saya memulai terapi, saya melihat banyak yang menderita cedera otak, banyak yang mengalami kondisi yang jauh lebih buruk dari saya. Itu membuat saya menangis karena bersyukur. Saya begini karena saya ditembak sembilan kali dan masih hidup. Itu merupakan keberkahan bagi saya. Tahun 2008 saya ditembak," ungkap Maurice.

Maurice pun berencana menunaikan ibadah haji setelah fisiknya dirasa kuat. Pada tahun 2012, Maurice melaksanakan niatnya beribadah haji. Meski demikian, sembilan peluru yang pernah bersarang di kepala, tangan dan jarinya tersebut membuat kondisi kesehatannya berubah. Maurice mengaku setelah aksi penembakan tersebut, dirinya mudah lelah. Maurice menjaga kesehatannya dengan berolahraga empat kali dalam seminggu.

Usai berhaji, Maurice bertekad untuk menjadikan dirinya bermanfaat bagi dunia dan agamanya. Kini, Maurice menghabiskan waktunya berbagi cerita dan menuntun pemuda-pemuda bermasalah untuk kembali ke jalan yang benar.

"Sekarang saya masih tinggal di Chester, menjadi mentor bagi anak-anak muda. Mencoba membawa mereka ke jalan yang lebih baik karena Chester kota dengan tingkat kriminalitas yang tinggi," tutup Maurice.

Baca juga:
Kisah mantan manajer Jay-Z temukan Islam gara-gara azan
Jadi mualaf, Kapolda Bali Irjen Benny Mokalu akan segera umroh
Putra pembuat film anti-Islam jadi mualaf
Kisah Kapten Kostrad jadi juara baca Alquran di Papua
Kaki diamputasi, pendaki ini justru lebih sukses dengan kaki robot
Kisah orang terkaya se-Asia yang dulu di-DO karena miskin

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU