Lebaran,konsumsi Premium turun 47 persen & Pertalite naik 210 persen

3 Juli 2017 18:35 © 2017 merdeka.com

Posko Nasional ESDM yang dikoordinatori Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat konsumsi Premium turun 47 persen selama momentum mudik Lebaran 2017 dibandingkan periode sama tahun lalu. Sementara, Pertalite mencatat kenaikan konsumsi tertinggi mencapai 210 persen.

"Dibandingkan masa Lebaran 2016, pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) Premium mengalami penurunan 47 persen, Pertalite meningkat 210 persen dan Pertamax meningkat 29 persen," kata Anggota Komite Hari Pratoyo seperti dikutip dari Antara dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (3/7).

Hari Pratoyo menyebut secara keseluruhan kondisi penyediaan dan pendistribusian BBM masih berlangsung normal. Kendala seperti pergantian armada atau penjadwalan ulang tangki kapal dan pergantian produk substitusi yang terjadi juga masih dapat diatasi.

Sementara itu, Senior Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina, Gigih W. Irianto, mengatakan konsumsi Premium dan Pertamax pada musim Lebaran 2017 naik sekitar 12 persen dibandingkan pada hari biasa sepanjang tahun ini.

Dalam catatan Pertamina terkait rata-rata penyaluran harian BBM selama Idul Fitri 1438 H sejak 10 Juni sampai 2 Juli 2017, konsumsi BBM jenis Premium turun 4,83 persen menjadi 35.373 kiloliter per hari dibandingkan hari biasa sebesar 37.170 kiloliter per hari.

BBM jenis Pertalite naik 25,7 persen menjadi 44.625 kiloliter per hari dibandingkan hari biasa yang sekitar 35.500 kiloliter per hari.

Produk Pertamax juga mengalami kenaikan 24,6 persen menjadi 18.352 kiloliter per hari dari hari biasa yang sebsar 14.724 kiloliter per hari.

"Karena kualitas mobil yang semakin tinggi, maka makin banyak orang yang menginginkan bahan bakar yang menjaga performa mesin tetap baik," kata Gigih.

Sedangkan produk Solar PSO mengalami penurunan menjadi 28.906 kiloliter per hari, atau turun sekitar 21,36 persen dibandingkan konsumsi di hari biasa yang sebesar 36.756 kiloliter per hari. Penurunan konsumsi Solar terjadi karena adanya pembatasan operasi truk selama musim mudik berlangsung.

Posko Nasional ESDM yang dibuka sejak 10 Juni hingga 10 Juli 2017 mengoordinasikan penyediaan dan pendistribusian BBM, kelistrikan, LPG, bahan bakar gas (BBG), objek vital hulu dan hilir migas termasuk pemantauan potensi bencana geologi.

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU